Main Menu

Visitor Counter

2195920
TodayToday4263
YesterdayYesterday5157
This_WeekThis_Week53701
This_MonthThis_Month100000
All_DaysAll_Days2195920
Your IP is :54.145.208.160

Asbanda - Microsoft Workshop

 

Workshop Optimalisasi Teknologi Dalam Dukung Transformasi BPD untuk Meningkatkan Daya Saing Global Perekonomian Daerah 

JAKARTA, 10 Desember 2013 – Industri keuangan di Indonesia saat ini menghadapi tantangan baru berupa keharusan untuk menjadi lebih efisien dan cost-effective dengan tetap mempertahankan integritas organisasi. Perbankan daerah juga tak terlepas dari tuntutan yang semakin kompleks untuk mengelola risiko, meningkatkan peran BPD (Bank Pembangunan Daerah) dalam pertumbuhan ekonomi daerah, dan bertransformasi menjadi lembaga perbankan yang kompetitif, sehat, dan mampu memberi nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan di daerah. 

 

Kompleksitas tantangan bisnis tersebut juga terkait erat dengan manajemen resiko, pencapaian kinerja keuangan dan penyediaan informasi yang penting dalam pengambilan keputusan sebagaimana disyaratkan oleh regulator. BPD perlu memperkuat pilar ketahanan kelembagaan, kemampuan menjadi agen pembangunan, serta melayani kebutuhan masyarakat. Hal ini dapat dijembatani secara efektif melalui optimalisasi penggunaan teknologi informasi di perbankan daerah. 

 

Nazwar Nazir – Direktur Eksekutif, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), dalam lokakarya tentang optimalisasi teknologi informasi di lingkungan BPD, mengatakan, “Sesuai dengan pilar dan semangat Bank Regional Champion (BRC), teknologi informasi mempunyai peranan yang sangat penting untuk menciptakan dan mewujudkan pelayanan dan operasional yang baik dari BPD sebagai elemen perbankan nasional.” 

Keterlibatan ASBANDA dalam mewujudkan BRC sangat diharapkan, terutama melalui peningkatan peran dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam mendukung implementasi regulasi perbankan di seluruh BPD di Indonesia, melalui koordinasi dan komunikasi yang aktif, untuk memaksimalkan potensi daerah yang masih luas serta berperan dalam pemerataan pembangunan daerah. 

“Salah satu inisiatif yang kami lakukan adalah bekerja sama dengan Microsoft dalam rangka optimalisasi penerapan teknologi informasi (TI) secara tepat guna di BPD seluruh Indonesia untuk mendukung peningkatan daya saing perekonomian daerah hingga ke tingkat global,” lanjut Nazwar. 

 

Di tengah semakin luasnya pemanfaatan teknologi informasi di berbagai sektor, dunia perbankan tertantang agar mampu mengolah dan menganalisa data dalam volume besar, yang terus berkembang secara tidak terstruktur, agar dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Untuk itu dibutuhkan tool yang dikenal sebagai Business Intelligence (BI). Di Indonesia, minat terhadap adopsi BI merupakan salah satu yang tertinggi di Asia, karena adanya fokus pada transparansi sesuai aturan pemerintah dan perusahaan, serta optimisme para pebisnis dan profesional TI terhadap transparansi informasi.2 Selain itu, terjadi tren di kalangan eksekutif dan karyawan non-TI yang menginginkan akses langsung ke BI melalui perangkat mobile, tanpa harus meminta laporan analisa dari bagian TI terlebih dahulu. 

 

Meisari Arvini Hidayati – Business Group Lead Application Platform, Microsoft Indonesia, mengatakan, “Teknologi informasi memegang peranan krusial dalam menjawab kebutuhan dan mentranformasi bisnis perbankan daerah untuk memberikan layanan yang lebih prima, serta meningkatkan kapasitas dan jangkauan layanan. Mengolah data perilaku pelanggan menjadi nilai penting yang harus dianalisa dalam mewujudkan visi dunia perbankan secara real-time. Teknologi dan produk Microsoft sudah siap untuk mencapai visi tersebut.” 

“Platform Microsoft BizTalk dan SQL Server memiliki keunggulan mass-market power. BizTalk juga memungkinkan integrasi banyak aplikasi yang digunakan di perbankan, sehingga mitra kerja seperti Decillion, Digital Mind System dan Wolters Kluwer mampu menghadirkan solusi yang scalable, fleksibel, cost-effective serta dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan dengan waktu implementasi yang singkat,” lanjut Meisari. 

Microsoft memiliki platform Windows 8 yang menyediakan ekosistem bagi aplikasi bisnis modern dengan kemampuan mobilitas, fleksibilitas, dan kinerja yang tinggi. Perpaduan solusi Microsoft Biztalk dengan SQL Server mampu menjawab tuntutan akan layanan perbankan yang memahami kebutuhan nasabah. Untuk melayani nasabah tanpa kendala waktu, fitur SQL Server AlwaysOn mampu meminimalkan downtime, dan memberikan solusi ketersediaan tinggi serta pemulihan akibat bencana. Pengguna juga mampu dengan cepat mengambil berbagai terobosan dari data berukuran besar berupa visualisasi interaktif sehingga menghasilkan insight yang berguna dalam pengambilan keputusan. 

SQL Server 2012 muncul sebagai standar baru aplikasi mission critical dengan kinerja dan ketersediaan tertinggi, menjadikannya penerus SQL Server 2008 R2 yang telah mencatat rekor sebagai database paling aman dan andal dengan jaminan ketersediaan uptime sebesar 99,9999%, dan menjadikannya platform server database dan informasi terbaik. 

“Kami berharap kerja sama dengan berbagai institusi perbankan daerah di Indonesia akan membantu mereka mencapai target melalui solusi yang dapat mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi operasional melalui teknologi dan pengalaman kami di industri keuangan,” sambung Meisari. 

 

Mini Calendar

March 2017
SMTWTFS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031

Asbanda Banner