Main Menu

Visitor Counter

2195929
TodayToday4272
YesterdayYesterday5157
This_WeekThis_Week53710
This_MonthThis_Month100000
All_DaysAll_Days2195929
Your IP is :54.145.208.160

DARMIN: TEKANAN DOLAR AS TERHADAP RUPIAH BERLANJUT

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa tekanan dolar Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah yang melemah kemungkinan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.

"Ada masalah (ekonomi internasional, ada juga (masalah ekonomi) regional dan domestik. Karena gabungan dari ketiga faktor yang terjadi itu, mau tidak mau membuat tekanan (dolar AS) pada (nilai tukar) rupiah tetap berlanjut," katanya di Jakarta, Jumat (14/8).

Pernyataan tersebut dia sampaikan usai mengikuti acara Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI di Gedung MPR/DPR/DPD.

Menurut Darmin, ada beberapa faktor yang menyebabkan tekanan dolar AS terhadap nilai tukar rupiah masih akan berlanjut, salah satunya keadaan pasar yang tidak percaya dan minimnya investasi yang masuk.

"Bukan sekadar pasar yang tidak percaya, memang situasinya membuat tekanan pada Rupiah. Ada beberapa hal, ada masalah internasional ada juga regional dan domestik. Gabungan dari ketiga itu maka tekanan (pada rupiah) akan muncul beberapa kali," ujar dia.

Seperti diberitakan, saat ini nilai tukar rupiah sudah menyentuh Rp13.800 per dolar AS. Nilai tukar Rupiah terus melemah hingga sempat menyentuh level tertinggi pelemahan, yaitu Rp13.917 per dolar AS.

Sebelumnya, Ketua Apindo Haryadi Sukamdani menilai bahwa nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp13.800 per dolar AS sudah sangat berbahaya, maka penerapan kebijakan moneter yang tepat pun diperlukan untuk mengantisipasi semakin lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akibat tekanan global.

Menurut dia, pemerintah perlu memperbaiki kedisiplinan koordinasi dengan otoritas moneter, yaitu Bank Indonesia.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga harus menahan laju penurunan ekonomi, salah satunya dengan mempercepat penyerapan anggaran belanja negara.

Realisasi belanja negara hingga 31 Juli 2015 menunjukkan penyerapan anggaran yang masih minim. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran hanya mencapai Rp913,5 triliun, atau hanya 46 persen dari pagu belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015 sebesar Rp1.984,1 triliun.

Ketua Apindo itu juga menilai pemerintah perlu menyingkirkan sumbatan-sumbatan bagi investasi asing yang akan masuk ke Indonesia.

Terkait hal itu, Darmin juga menilai bahwa salah satu cara untuk memperbaiki nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah dengan mengundang investasi asing masuk, terutama dalam bentuk valuta asing (valas).

"Semua itu sangat tergantung seberapa berhasil kita mengundang, senang atau tidak senang, investasi masuk terutaman dalam bentuk dolar dan dalam valas. Kalau ada 'capital inflow' maka tekanan dolar AS terhadap rupiah akan cepat reda," tambah Darmin.

Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya menyampaikan bahwa demi kepentingan nasional, sudah saatnya untuk melakukan transformasi fundamental perekonomian nasional. "Paradigma pembangunan yang bersifat konsumtif harus diubah menjadi produktif," kata Jokowi.

Presiden juga mengatakan bahwa kebijakan fiskal akan diarahkan untuk mendukung kemandirian fiskal melalui peningkatan penerimaan tanpa mengganggu iklim investasi.

InfoBPD/ant

Foto: ist

 

Mini Calendar

March 2017
SMTWTFS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031

Asbanda Banner