Main Menu

Visitor Counter

2369262
TodayToday3382
YesterdayYesterday8625
This_WeekThis_Week28593
This_MonthThis_Month100000
All_DaysAll_Days2369262
Your IP is :54.80.26.116

UUS BANK NTB AMAN DARI KRISIS EKONOMI

Direktur Utama Bank NTB H Komari Subakir menegaskan unit usaha syariah yang dikembangkan perusahaannya aman dari krisis ekonomi karena strategi ekspansi bisnis berjalan sesuai harapan.

"Kinerja unit usaha syariah (UUS) kami terus tumbuh positif dari tahun ke tahun, meskipun secara umum kinerja perbankan syariah di NTB, memprihatinkan seperti yang dipaparkan otoritas," kata Komari, di Mataram, Selasa (1/9).

Ia mengatakan UUS merupakan salah satu bentuk usaha Bank NTB, selain konvensional. Kinerja positif UUS Bank NTB, dari tahun ke tahun dilihat dari indikator aset dari sejak beroperasi pada 2010 senilai Rp 118,16 miliar naik menjadi Rp390 miliar hingga semester I/2015.

Begitu juga dengan indikator pertumbuhan pembiayaan terus menunjukkan perkembangan positif, mulai dari awal beroperasi pada 2010 sebesar Rp79,2 miliar meningkat menjadi Rp276 miliar hingga semester I/2015.

 

"Kinerja 'non performing finance' atau pembiayan macet juga masih terjaga di kisaran 1,2 persen atau masih jauh dari ketentuan otoritas sebesar lima persen," ujarnya.

Kinerja UUS Bank NTB, menurut Komari, bisa terus tumbuh positif, meskipun pada kondisi ekonomi melesu seperti saat ini disebabkan ekspansi bisnis dengan membangun kantor cabang di 10 kabupaten/kota dan kantor cabang pembantu UUS di wilayah kecamatan.

"Kantor cabang ada di ibu kota kabupaten/kota. Terakhir diresmikan beberapa waktu lalu di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, sedangkan di tingkat kecamatan baru di Kediri, Lombok Barat, dan Maluk, Sumbawa Barat," katanya.

Ia menambahkan, pembukaan kantor cabang dan kantor cabang pembantu unit usaha syariah dalam rangka memberikan pilihan kepada masyarakat terkait layanan Bank NTB. "Yang berminat produk konvensional silakan. Begitu juga yang berminat produk syariah silakan," ucap Komari.

 

Sebelumnya, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Yusri, mengatakan kondisi industri perbankan syariah di wilayah kerjanya memprihatinkan karena kondisi ekonomi yang lesu.

Kondisi industri perbankan syariah di NTB, yang terpuruk dilihat dari indikator pembiayaan macet yang mencapai 7,32 persen pada posisi semester pertama 2015. Angka itu jauh lebih tinggi dibanding posisi pada akhir Desember 2014 sebesar 4,52 persen.

Selain itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh negatif sebesar minus 12,67 persen atau dari Rp1,26 triliun pada akhir Desember, menjadi Rp1,15 triliun pada posisi akhir Juni 2015.

 

Demikian juga dengan pertumbuhan aset mengalami kontraksi sebesar minus 4,25 persen atau dari Rp2,4 triliun pada posisi akhir Desember 2014, turun menjadi Rp2,3 triliun pada akhir Juni 2015.

Sementara pertumbuhan penyaluran pembiayaan perbankan syariah di NTB, hanya 3,22 persen pada posisi semester I/2015, jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan kredit yang disalurkan bank konvensional sebesar 6,48 persen.

InfoBPD/ant

Foto: ist

 

Mini Calendar

September 2017
SMTWTFS
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Asbanda Banner