Main Menu

Visitor Counter

2369269
TodayToday3389
YesterdayYesterday8625
This_WeekThis_Week28600
This_MonthThis_Month100000
All_DaysAll_Days2369269
Your IP is :54.80.26.116

Sejarah Asbanda

ASOSIASI BANK PEMBANGUNAN DAERAH adalah organisasi profesi bersifat otonom, yang berperan sebagai wadah dalam pemersatu dan mempererat hubungan kerjasama yang saling menguntungkan antar Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia, khususnya dalam membawakan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan BPD pada forum Federasi Perbankan Indonesia dengan segala aktifitasnya.

ASOSIASI BANK PEMBANGUNAN DAERAH (ASBANDA) didirikan pada bulan Maret 1999. Berdirinya ASOSIASI BANK PEMBANGUNAN DAERAH ini maka secara resmi menggantikan peranan BKS-BPDSI (Badan Kerjasama Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia), yang telah dibubarkan dalam Musyawarah Kerja III BKS-BPDSI tanggal 24 Maret 1999 di Batam. Diharapkan dengan terbentuknya ASOSIASI BANK PEMBANGUNAN DAERAH ini dapat menjadi mediator dan fasilitator dalam hal menampung serta memecahkan permasalahan yang timbul melalui jalur kerjasama antar BPD di seluruh Indonesia.

Selain daripada itu, peran profesional dari ASOSIASI BANK PEMBANGUNAN DAERAH ini adalah:

  1. Mengkoordinir dan mengkonsolidasi sumber daya yang ada di BPD di seluruh Indonesia, untuk dijadikan suatu potensi bersama atau mengandung kepentingan serta keuntungan bersama.
  2. Melakukan penelitian dan pengembangan berbagai aspek, terutama aspek yang berprioritas tinggi, untuk menimbulkan nilai tambah bagi BPD di seluruh Indonesia.
  3. Memberikan konsultansi dalam rangka peningkatan sistem operasional perbankan, sistem Teknologi, dan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia.
  4. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi BPD dalam rangka unifikasi serta standarisasi kompetensi dan profesionalisme.

Sejalan dengan tuntutan perkembangan perekonomian, perbankan dan kemajuan teknologi pendukungnya, Pengurus ASOSIASI BANK PEMBANGUNAN DAERAH harus senantiasa mengembangkan pemikiran mendukung tumbuhnya misi manajemen yang selalu melihat jauh ke depan dan siap mengantisipasi ketidakpastian serta kemajuan teknologi yang pasti.

Dukungan serta komitmen para anggotanya yang terdiri dari 26 BPD di seluruh Indonesia merupakan kunci kelancaran dan keberhasilan pelayanan asosiasi ini bagi seluruh anggotanya. Selain itu kerjasama selalu dijalin dengan berbagai instansi Pemerintah, Badan Swasta Perbankan serta lembaga-lembaga atau badan-badan lainnya, baik nasional maupun internasional. Guna mengoptimalkan kinerja Asbanda, kantor ASBANDA pindah dari gedung Bank DKI Cabang Pintu Besar Selatan ke Menara MTH Lantai 8, Jl. Letjen. MT Haryono Kav.23, Jakarta Selatan. Di kantor baru tersebut Asbanda memiliki fasilitas yang lengkap mulai dari fasilitas lounge, dua ruang rapat, dua ruang training center, ruang kerja pelaksana harian, ruang makan, dan musholla, dan didukung dengan fasilitas internet berkecepatan tinggi.

Di penghujung tahun 2010, ASBANDA dengan BI menggulirkan BPD Regional Champion (BRC), yang merupakan suatu tahapan bagi BPD untuk membangun BPD menjadi tuan rumah di daerah sendiri dengan tiga pilar utama, yaitu memperkuat kelembagaan, menjadi agen perubahan di daerah (agent of development), serta memperkuat kemampuan melayani kebutuhan kepada masyarakat. Sebagian perincian dari ketiga pilar tersebut akan diakomodir dalam Arsitektur Perbankan Indonesia (API).

Pada tanggal 26 Mei 2015 Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menyusun dan meluncurkan Program Transformasi BPD, yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

Program Transformasi BPD merupakan program bersama Otoritas Jasa Keuangan, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) dan Kementerian Dalam Negeri untuk menjadikan BPD, bank yang berdayasaing, tumbuh kuat dan berperan dalam perekenomian di Daerah.

 

 

 

Mini Calendar

September 2017
SMTWTFS
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Asbanda Banner